Selasa, 13 Juli 2010

Stuck in Mind

Oke, posting kali ini akan berisi pertanyaan-pertanyaan yang menghantui pikiran gue sekian lama.

Pertanyaan ini gue tujukan buat seseorang, yang, maaf banget, gak bisa gue kasih tau disini. Entah kenapa gue ngerasa lebih tenang aja kalo udah tulis semua nya disini. Rasanya hampir seenak curhat sama temen :')

Well setelah ketemu lo lagi hari itu, gue baru tau lo masuk IPS. Dan gue kaget.
Bukan karena gue memandang rendah bidang itu, definitely not. tapi karena gue tau lo mau jadi Arsitek. Which means, lo harus masuk IPA kan?
Dan masuk IPA di sekolah kita tidaklah sesulit itu. Dengan hanya 1 kelas IPS di tiap angkatan, chance lo untuk masuk IPA adalah sangat besar. Temen gue banyak kok yang nilai pas-pasan tapi masuk IPA aja. gak cuma sedikit loh, BANYAK.

Gue tau lo pasti akan suka pelajaran Seni Rupa Pak Udi (seperti gue)
Gue tau nilai lo gak sejelek itu sehingga lo masuk IPS.
Gue tau hasil psikotest lo mengatakan, lo dijuruskan ke IPA.

Melihat muka lo waktu itu, rasanya gue gak yakin lo ikhlas masuk IPS. Gue aja bingung sama alasan lo waktu itu

D : loh kok lo IPS?
X : Emang gue milihnya IPS
D: Oh lo nulisnya IPS ya?
X: Iya
D: Loh, kenapa gak IPA? kan lo mau jadi arsitek (teteup keukeuh)
X : Soalnya nilai IPA nya ada yang kurang.

Buju buset. Brb berenang di Laut Mati

Come on! Milih ipa ips itu gak serumit milih jurusan buat daftar test PTN, yang kalo salah pilih bisa mengakibatkan lo gak diterima di universitas tersebut. Please, kalo lo milih IPA dan nilai lo gak cukup, lo gak akan dikeluarkan dari SMAN 8. (SMAN 8 gak sesusah dan sekejam itu juga sih) Dan sampe sekarang gue gak tau gimana perasaan lo yang sebenarnya soal ini.

Sorry, you're not a great actor.

Raut wajah kekecewaan lo gak bisa lo sembunyikan begitu saja. Apalagi dari gue. Sorry, you impossibly can.
Ditambah lagi, gue merasakan ada nada excited saat lo tau gue diterima di SAPPK ITB (yah, lo gak tau itu apa, tapi waktu gue sebutin kepanjangannya lo cuma nangkep kata "Arsitektur" nya, which is our dreams. )

Gue tau lo masih mau jadi Arsitek... T__T

Maaf, lo gak bisa menyembunyikan dari gue kalo lo masih mau ngejar impian lo untuk jadi arsitek (sepertinya). Dilihat dari lo yang sepertinya sangat berminat masuk ITB. gue inget percakapan ini :

H : (melihat lo memandangi CD presentasi ITB) ah lo mah udah gak mungkin masuk ITB!
X : Eh kata siapa gak mungkin? bisa kok!

See? secara ITB itu adalah Institut TEKNOLOGI Bandung, yang notabene penduduknya adalah mantan anak IPA. (Iya sih ada SBM dan FSRD, tapi gue yakin, lo gak mau masuk itu. lo mau SAPPK). Kenapa lo masih keukeuh mau ITB (apakah karena ada gue? huhuhuhuuuu... #ngarepmode:on) ? Bukan cuma gue kok yang menyadari itu, temen gue juga. :)

Hari itu, dua hari terakhir kita bisa bareng-bareng. Karena gue akan segera pindah ke Bandung, dan lo stay di Jakarta.

Dengan lo masuk IPS, harapan gue supaya lo bisa nyusul jadi junior gue di SAPPK ITB, rasanya mendadak lenyap di makan gajah. (oke, gue juga bingung kenapa harus gajah).

Harapan gue supaya kita bisa ketemu lagi, rasanya udah hilang seperti harapan Indonesia merebut Piala Dunia (oke, harapan ada sih. tapi ngarep doang ).

Dan impian gue dimana kita bisa jadi Arsitek bersama, ngerjain proyek bareng, yah... udah gak mungkin.

Once, i thought about this, when we both be an Architect, we can plan and build our future together.

unyuuu. :3

hoek.

That's why I choose to end this. I know every hello ends with goodbye, But this goodbye feels soooo hurt. Because I know in the end of my road, there will be no you. But thank you. You make it even easier when things didn't working well last time we met. Yeah, I've tried to forget you. Hey, thanks for that.

No. It still feels hurt. Really. It's so easy make me weep (well actually im weeping right now.)

Dulu gue sering nyanyi "Mau dibawa kemana hubungan kitaaaaaa.. (backsound : Mau dibawa kemana-Armada) " yah sekarang gue tau jawabannya

Tempat Sampah.


*diluar itu semua, yang jelas gue akan mendukung pilihan,tujuan, dan usaha lo. Apapun itu. Janji.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar